Senin, 21 November 2011

Jodohku, pilihanMu


Bismillahirrahmanirrahim..
“Yaa Allah, berikan untukku Jodoh yang Terbaik menurutMu. Bila dia memang bukan jodoh yang terbaik menurutMu, jauhkan dia dariku”
Penggelan doa bagi para pencari dan penanti jodoh yang sangat sering didengungkan..eits..tapi kali ini bukan itu yang akan kita bahas.
Kamu mungkin selalu meminta yang terbaik pada Allah, tapi apakah kamu pernah menyadari bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu memberimu yang terbaik tanpa kamu minta ?? Jadi kenapa kamu meminta jodoh yang terbaik lagi kalo Allah pasti memberimu jodoh yang paling baik menurutNya untuk jadi pendampingmu.
Atau kamu gak percaya kalo Allah pasti ngasih yang terbaik untukmu termasuk urusan jodoh sampai kamu harus minta lagi padaNya ?? Saya yakin, kamu pasti percaya apapun yang diberikan Allah padamu.
Jadi mulai sekarang rubahlah pikiranmu tentang meminta jodoh terbaik, tapi gantilah memohon dengan lebih terperinci jodoh yang kamu inginkan. Misal kamu ingin jodoh yang sholeh, memohonlah padaNya. Barulah setelah itu Allah yang akan menentukan jodoh untukmu. Paling tidak kamu sudah berusaha menjelaskan apa yang kamu inginkan padaNya, sehingga Allah memberikan yang terbaik untukmu dan sesuai dengan yang kamu minta.
Kalo kamu sudah mengungkapkan keinginanmu pada Allah, tinggal giliran kamu yang berbenah untuk menyambut jodoh yang kamu inginkan. Kamu ingin jodoh yang bisa menjaga diri, tapi kamu justru seenaknya sendiri berkhalwat dengan lawan jenis. Kamu ingin jodoh yang shaleh, tapi kamu justru gak mau menshaleh kan diri. Padahal Allah sudah menjanjikan kalo jodohmu adalah cerminan dirimu.
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” ( An Nuur 26 ).
So sahabat BMB, mintalah lebih terperinci jodoh seperti apa yang kamu inginkan. Tapi kamu juga gak lantas hanya bertopang dagu menanti jodoh yang Allah berikan karna kamu yakin Allah ngasih kamu yang terbaik. Usahamu dalam memperbaiki diri dan usaha untuk menjemput jodohmu tentu menjadi sebuah nilai tersendiri. Apakah kamu memang sudah siap dipertemukan jodoh yang kamu inginkan atau belum. Jadi jangan meminta lagi jodoh yang terbaik, karna Allah sudah pasti memberikanmu jodoh yang terbaik menurutNya tanpa kamu minta.
Jika jodoh ku adalah yang paling elok parasnya, elokkan pula hatinya.
Jika jodoh ku adalah yang paling lapang hartanya, lapangkan pula tangannya saat bersedekah.
Jika jodohku adalah yang paling baik agamanya, maka baikkan pula agamaku untuknya.
Wallahua’lam bish shawwab.

Simpan Janjimu, akhi!

Bismillahirrahmanirrahim…
Akhi, bukanku tak mau dengar tiap kata yang merasuk qalbuku,  ku hanya tak sanggup untuk mendengar tiap kali kau unggkapkan kata pemanis hati.
Tapi, tahu kah kau? aku bukanlah wanita yang hanya ingin diperdengarkan kata manis, bukan pula yang diberikan rasa pesakitan yang kau buaikan dalam janji-janjimu. Maka akhi, simpan janjimu sebelum kau halalkan aku.
Akhi, aku memang bukanlah wanita bak aisyah yang pantas diberi sekuntum mawar dengan segala keharumannya. Ku pun tak pantas bila kau puja puji agar hatiku bagaikan air yang tak pernah tenang.
Tapi, tak kupingkiri bila ku bahagia saat kau ungkapkan janjimu yang menggores sebagian hatiku. Bahkan ku pun tak tahu sampai kapan janjimu akan terus kau hadirkan padaku sebelum akhirnya kau tunaikan. Aku hanya takut kau pergi sebelum tertunaikan. Maka, simpan janjimu akhi, sebelum kau halalkan aku.
Akhi, kau tawarkan Planet Venus untukku, meski itu tak mungkin bagimu. Kau tawarkan rembulan bagiku, meski tak sanggup kau merengkuhnya. Janjimu menawarkanku keindahan semesta yang mengagumkan.
Tapi, ku sadari janjimu adalah kerianganku, pelangi hatiku, yang membuatku yakin bahwa kau akan menggenggam dunia untukku. Namun kadang aku pedih, saat tanpa kau sadari bahwa janji-janjimu itu seakan hanya ingin membuaiku untuk mengajakku pada kepalsuan syetan. Maka akhi, simpan janjimu sampai kau halalkan aku.
Akhi, ku tahu janjimu adalah perhatianmu padaku. Kau peduli padaku, kau ingin aku meyakini bahwa kau adalah raja untuk hatiku. Aku pun yakin dengan janjimu, hati siapa yang tidak akan terpaut pada kerinduan panjang untuk segera merangkul janji indahmu.
Tapi, tahu kah kau? aku memang terpesona dengan kegagahan janjimu yang mampu meruntuhkan hijabku. Melemparkan iffah dan izzahku pada jurang terendah hingga ku tak mampu merangkak naik. Maka akhi, simpan janjimu sebelum kau halalkan aku.
***
Sebagian wanita mungkin sudah terbiasa dengan janji-janji sehingga mereka sudah tidak peduli lagi dengan janji. Sedangkan sebagian wanita yang lain mungkin akan menangis bahkan tidak dapat melupakan janji yang terlalu manis yang terlanjur merekat di hati.
Kesalahan banyak wanita terkhususnya muslimah adalah mudah percaya dengan janji dalam hubungan yang biasa disebut ta’aruf, bahkan mereka juga lupa bahwa ta’aruf sering dijadikan ajang para ikhwit untuk menjerat mangsanya.
Maka, perlunya segera disadari bahwa menjaga hati dari hal-hal berbau janji yang tidak pasti, kalau pun janji itu benar adanya maka janji itu tak akan terucap pada para muslimah namun akan terucap pada orangtua mereka.
setiap janji itu akan diminta pertanggungjawaban.” (QS al-Israa’ [17]: 34)
Semoga kita cepat membuka mata hati kita dan menyadarinya.
Wallahua’lam bish shawwab.

June 6th, 2011 | Category: Catatan Hati, Muslimah

Seberapa Pantas Kau untuk Ku Nantikan, akhi?


Bismillahirrahmanirrahim..
Akhi..Penantian panjang untuk menunggu akan aku lewati hanya untukmu, meski seribu kebimbangan menghantuiku, meski ribuan keraguan menjelma atas janjimu.
Aku hanya takut, benarkah kau pantas untuk ku nanti?
Akhi..Ku sembunyikan hati ini untuk memilih menantimu karena ku tahu aku sangat mencintaimu. Namun bukan berarti cinta ini mampu membutakanku agar aku menerima ketikdak pastian.
Aku hanya tak tahu, benarkah kau pantas untuk ku nanti?
Akhi..Senyumku ini akan ku leburkan bersama dakwah bersama pendamping yang mampu menuntunku pada Illahi. Bagaimana aku sanggup untuk tahu bahwa kau adalah seorang yang tepat untukku, sedangkan kau sendiri pun tak tahu.
Berilah aku jawaban, benarkah kau pantas untuk ku nanti?
Akhi..Bersamamu ku sadari hati ini ingin menetap, hingga waktu memberiku jawaban bahwa kau adalah pemilik hati ini. Namun sadarilah, bila aku harus tetap menanti sedangkan kau pun tak tahu sampai kapan aku harus menanti, hati terus mengusik kesadaranku.
Maka pastikanlah jawabanmu, benarkah kau pantas ku nanti?
Bila kau memang pantas aku nantikan, ijinkan aku memintamu untuk segera meminang ku dalam kesendirian. Jangan biarkan aku dalam ragu, yakinkanlah hatiku.
Bila kau memang pantas aku nantikan, segera palingkan aku dalam kepahitan janji. Besegeralah datangi kedua orang tuaku, jangan kau terus biarkan aku menanti dengan alasan-alasan yang tak pernah aku mengerti.
Bila kau memang pantas aku nantikan, biarkan cinta yang ada di hatimu tersimpan rapat sebelum kau halalkan aku. Jangan kau impikan aku dengan cintamu.
***
Harapan yang diberikan kadang memang lebih besar daripada apa yang mampu dijalani, apalagi bila kekasih hati pujaan jiwa yang memberikan. Atas nama cinta, seribu tahun pun mau menanti asal bisa dimiliki sang kekasih.
Aduh ukhti..sadarilah, sudah beberapa kali saya membuat sebuah torehan tentang mirisnya hati ini bila masih ada seorang muslimah yang mau menanggung ketidakpastian. Semua hanya atas dasar cinta bersulam janji.
Baru diberi SmS rayuan, chat gombal, pesan yang melayang-layangkan hati, kamu sudah mau meruntuhkan izzahmu, kehormatanmu yang kamu selalu gadang-gadangkan. Tapi dihadapan ikhwan genit yang suka mengobral janji, kamu sudah tertunduk mengangguk.
Ukhti fillah, jagalah hatimu karena syetan selalu mengintai hidupmu. Bukankah saya sudah sering torehkan dalam tulisan sebelumnya, bila memang ada seorang ikhwan yang serius padamu, dia tidak akan mampu mengumbar cintanya padamu. Justru dia akan menjaga cintanya dan cintamu sampai kamu halal baginya.
Kalaupun ikhwan itu belum sanggup meminangmu, dia tidak akan mengobral janji-janji yang membuatmu terhanyut. Yakinlah ukhti, Allah Azza Wa Jalla tak akan membiarkanmu dalam kesendirian, jadi sadarilah, dia akan datang di saat yang tepat untukmu.
Namun sebelum dia datang dan pada akhirnya kamu tautkan cinta dan pengabdianmu padanya, jagalah hatimu untuknya agar dia menjaga hatinya untukmu. Jagalah kehormatanmu agar dia pun menjaga kehormatannya sampai kalian dipertemukan kelak. Insyaallah dalam naungan yang bernama pernikahan.
Wallahu a’lam bish shawwab.

Saudariku,,jangan bersedih ya karna Alloh slalu bersama kita.. :-)

Saudariku,,
Kau basuh kegundahnku dg tawa ceriamu,,
Kau siram kgelisahn dg cerita manismu,,
Slalu ku harapkn saat2 khadiranmu,,
Kau basuh kresahanku dg kisah2 indahmu,,
Kau siram kdukaanku dg senyumn manismu,,
Kau tlh bnyk mngajarkn akn arti khidupan,,
Tanda kemesraan bersimpul padu yg takkn prnh ku lupakan,,
Kenangmu dlm styp doaku..

Saudariku,,
Sejenak ku trkenang kmbali akn kbersamaan kita,,
Terima kasih saudariku,,
Kau tlh mngisi lembaran hari2 ku dg goresan indah yg takkn prnh trhapus olh waktu,,
Kasih&cinta telah trbina di antara kita,,
Berat rasanya di dlm jiwa u/mlangkah mninggalkn smw kenangn itu..

Saudariku,,
Kau datang pdku sperti biasa,,
Ku sambut bahagia dg tangan trbuka,,
Kau balas dg snyum seadany,,
Ku tahu ad ssuatu yg brbeda,,
Kau hny diam sribu bahasa hny matamu yg coba bicara,,
Ku tahu bhw hatimu sdg trluka bhkn mnangis krn prpisahn ni,,
Jgn khawatir saudariku krn Alloh slalu brsama qt..
Jgn bersedih krn dunia ni msh sluas yg kau impikn,,
Jgnlh kau brhenti brgarap krn harapan itu msh ad&brharaplh hny kpd Alloh krn Alloh tkkn prng mengecewakn qt,,
Tak prlu kau simpan luka itu sdalam yg kau rasa,,
Tak prlu kau bebankn hidupmu dg hal2 yg tiada brmanfaat,,
Memang ada wktu agar qt bisa kembali semula,,
Percayalah,,qt kn bs melewatinya,,

Jgn bersedih y saudariku,,
Smw psti kn brlalu seiring waktu yg trlewati bagaikn air yg trs mngalir k muaranya,,
Jln hidup tdk slamany indah,,
ada suka,ada duka,,
Jalanilh smw yg kau rasakn dg ikhlas,,
qt smw psti bisa krn yakin Alloh akn slalu brsama qt..
Jk suatu saat nti qt tak brsma lg entah kpn wktu tu kn datang,,
Jgn kau sibukkn dirimu dgn ksedihn yg brlarut&hal2 yg tiada brmanfaat,,
Sibukknlh dirimu dg slalu mngingat-Nya,,krn Alloh slalu brsamamu&pr malaikat slalu mnjagamu styp saat,,
tidak sperti diriku yg tdk bs mnemanimu styp saat krn ku hnyalh manusia biasa,penjagaanku trbatas..

Saudariku,,
sdh mjd sunatulloh ad prtemuan psti ad prpisahn,nmn prpisahn yg trd bknlh akhir dr sgalnya,,
mskipun ku tahu sulit rasanya nmun apa daya diri ni,,
tak kuasa mngubah takdir-Ny,,
Jk wktu tu datang mngampiriku&Alloh pn mmisahkn qt,,
Jgn brsedih krn kamu msh punya Alloh,,
&ku brharap Alloh mngikat erat ikatn ukhuwah qt..

Saudriku,,maafkn diri ini ya,,
Mski ku tak tahu kpn wktu tu kn datang,,
Mski ku tak tahu sprti ap aku dlm pndangnmu,,
slayak ap aku dlm ukhuwhmu,,tapi yg aku tahu&aku sadar mungkin aku tlh bnyk mngecewaknmu,,
Mski dg ktrbatasanku yg brbalut kkurangnku,,
Lalu ku lakukn ikhtiar ni agar kau tahu,,
Betapa aku ingin Alloh mngikat erat tali silaturahim qt
&akupn tlh mngukir namamu dihatiku sjak awal Alloh mpertemukn qt&ku mulai mngenalmu
&takkn prnh trhapus sbg SAUDARI dhatiku,,kemarin,hari ini ataupun nanti,, InsyaAlloh...

***Anna Uhibbukifillah ukhti***